Table of Contents
- Panduan Instalasi Anaconda
- Instalasi VSCODE dan Extension
- Mendaftar Github Student Developer Pack
- Tutorial Git
- NEW…!!! UV Python Environment
Panduan Instalasi Anaconda
Berikut adalah panduan untuk menginstal Anaconda atau Miniconda di Windows dan MacOS
Anaconda dan Miniconda adalah dua distribusi yang berbeda untuk mengelola lingkungan Python, masing-masing dengan kelebihan dan tujuan penggunaannya sendiri. Anaconda adalah distribusi yang lengkap dan komprehensif, menyediakan Python serta lebih dari 1.500 paket yang digunakan dalam data science, seperti Jupyter Notebook, Spyder, NumPy, SciPy, Pandas, dan Matplotlib. Ukurannya yang besar, biasanya lebih dari 500 MB. Sebaliknya, Miniconda adalah versi minimalis dari Anaconda, hanya mencakup conda, Python, dan beberapa paket dasar, dengan ukuran installer yang sangat kecil, kurang dari 50 MB.
Menginstal Anaconda/Miniconda di Windows
- Unduh Installer:
- Kunjungi situs resmi Anaconda atau situs resmi Miniconda.
- Pilih installer yang sesuai dengan sistem operasi Windows Anda (64-bit atau 32-bit).
- Jalankan Installer:
- Klik dua kali file installer yang sudah diunduh.
- Ikuti petunjuk pada layar, pilih “Install for me only” kecuali jika Anda ingin Anaconda/Miniconda tersedia untuk semua pengguna komputer.
- Pilih Lokasi Instalasi:
- Pilih lokasi di mana Anda ingin menginstal Anaconda/Miniconda. Disarankan untuk menggunakan lokasi default.
- Konfigurasi PATH:
- Pada langkah ini, Anda akan melihat opsi untuk menambahkan Anaconda/Miniconda ke PATH environment variable. Sangat disarankan untuk tidak mencentang kotak ini agar tidak terjadi konflik dengan software lain. Namun, pastikan Anda mencentang opsi untuk mengatur Anaconda/Miniconda sebagai Python default Anda.
- Selesaikan Instalasi:
- Klik “Install” dan tunggu hingga proses instalasi selesai.
- Setelah instalasi selesai, Anda dapat memverifikasi instalasi dengan membuka Anaconda Prompt (untuk Anaconda) atau Command Prompt (untuk Miniconda) dan menjalankan perintah
conda --version
.
Menginstal Anaconda/Miniconda di MacOS
- Unduh Installer:
- Kunjungi situs resmi Anaconda atau situs resmi Miniconda.
- Pilih installer yang sesuai dengan sistem operasi macOS Anda (Intel atau Apple M1/M2 Chip).
- Jalankan Installer:
- Buka terminal dan navigasikan ke folder tempat file installer diunduh. Misalnya, jika file diunduh di folder
Downloads
, ketik:cd ~/Downloads
- Ubah izin file installer agar dapat dieksekusi dengan perintah:
chmod +x nama_file_installer.sh
- Jalankan installer dengan perintah:
./nama_file_installer.sh
- Buka terminal dan navigasikan ke folder tempat file installer diunduh. Misalnya, jika file diunduh di folder
- Ikuti Instruksi di Terminal:
- Ikuti petunjuk pada layar untuk menyetujui lisensi dan memilih lokasi instalasi.
- Disarankan untuk menggunakan lokasi default (biasanya di
~/anaconda3
atau~/miniconda3
).
- Konfigurasi PATH:
- Setelah instalasi selesai, installer akan menanyakan apakah Anda ingin menambahkan Anaconda/Miniconda ke PATH environment variable. Ketik
yes
dan tekan Enter.
- Setelah instalasi selesai, installer akan menanyakan apakah Anda ingin menambahkan Anaconda/Miniconda ke PATH environment variable. Ketik
- Selesaikan Instalasi:
- Tutup terminal dan buka kembali untuk memuat perubahan PATH.
- Verifikasi instalasi dengan menjalankan perintah
conda --version
di terminal.
Berikut adalah panduan untuk menginstal Anaconda atau Miniconda di Ubuntu/Linux:
Menginstal Anaconda/Miniconda di Ubuntu/Linux
- Unduh Installer:
- Kunjungi situs resmi Anaconda atau situs resmi Miniconda.
- Unduh installer yang sesuai untuk Linux. Biasanya, file installer akan memiliki ekstensi
.sh
.
- Buka Terminal:
- Buka terminal di sistem Ubuntu/Linux Anda.
- Navigasi ke Folder Unduhan:
- Pindah ke direktori tempat file installer diunduh. Misalnya, jika file diunduh ke folder
Downloads
, ketik:cd ~/Downloads
- Pindah ke direktori tempat file installer diunduh. Misalnya, jika file diunduh ke folder
- Ubah Izin File Installer:
- Ubah izin file installer agar dapat dieksekusi dengan perintah:
chmod +x nama_file_installer.sh
- Ubah izin file installer agar dapat dieksekusi dengan perintah:
- Jalankan Installer:
- Jalankan installer dengan perintah:
./nama_file_installer.sh
- Gantilah
nama_file_installer.sh
dengan nama file installer yang sebenarnya.
- Jalankan installer dengan perintah:
- Ikuti Instruksi di Terminal:
- Ikuti petunjuk yang muncul di terminal untuk menyetujui lisensi dan memilih lokasi instalasi.
- Disarankan untuk menggunakan lokasi default (biasanya di
~/anaconda3
atau~/miniconda3
).
- Konfigurasi PATH:
- Setelah instalasi selesai, installer akan menanyakan apakah Anda ingin menambahkan Anaconda/Miniconda ke PATH environment variable. Ketik
yes
dan tekan Enter. - Jika installer tidak menambahkan PATH secara otomatis, Anda bisa menambahkannya secara manual dengan menambahkan baris berikut di akhir file
~/.bashrc
:export PATH="~/anaconda3/bin:$PATH"
atau
export PATH="~/miniconda3/bin:$PATH"
- Setelah menambahkan baris di atas, muat ulang file
~/.bashrc
dengan perintah:source ~/.bashrc
- Setelah instalasi selesai, installer akan menanyakan apakah Anda ingin menambahkan Anaconda/Miniconda ke PATH environment variable. Ketik
- Verifikasi Instalasi:
- Verifikasi instalasi dengan menjalankan perintah berikut di terminal:
conda --version
- Verifikasi instalasi dengan menjalankan perintah berikut di terminal:
Panduan Video
Video di bawah ini menggunakan bahasa Indonesia. Kredit: Pacman AI
Instalasi VSCode dan Extension
VSCode
Silahkan download dari tautan berikut
Extension yang diperlukan
Github Student Developer Pack
Berikut adalah langkah-langkah untuk mendaftar GitHub Student Developer Pack:
- Buat Akun GitHub:
- Jika Anda belum memiliki akun GitHub, kunjungi github.com dan klik “Sign up” untuk membuat akun baru.
- Ikuti langkah-langkah untuk menyelesaikan proses pendaftaran dan verifikasi email Anda.
- Masuk ke GitHub Education:
- Kunjungi halaman GitHub Education.
- Klik tombol “Get your pack” untuk memulai proses pendaftaran.
- Verifikasi Status Pelajar:
- Anda akan diminta untuk masuk ke akun GitHub Anda jika belum masuk.
- Isi formulir pendaftaran dengan informasi yang diminta, seperti nama lengkap, nama institusi pendidikan, dan alamat email institusi pendidikan Anda.
- Untuk memverifikasi status pelajar, Anda dapat menggunakan salah satu dari dua cara berikut:
- Mengunggah foto atau scan kartu identitas pelajar yang valid.
- Menggunakan alamat email institusi pendidikan (misalnya, email dengan domain .edu atau domain khusus institusi pendidikan lainnya).
- Lengkapi Informasi Tambahan:
- Terkadang, GitHub mungkin meminta informasi tambahan untuk memverifikasi status pelajar Anda, seperti URL ke profil institusi pendidikan atau dokumen pendukung lainnya.
- Tunggu Persetujuan:
- Setelah mengirimkan aplikasi, Anda akan menerima email konfirmasi bahwa permohonan Anda sedang diproses.
- Proses verifikasi biasanya memerlukan waktu beberapa hari hingga satu minggu.
- Akses GitHub Student Developer Pack:
- Setelah permohonan Anda disetujui, Anda akan menerima email pemberitahuan.
- Anda sekarang dapat mengakses GitHub Student Developer Pack yang berisi berbagai manfaat dan penawaran dari berbagai mitra, seperti domain gratis, layanan cloud, alat pengembangan, dan banyak lagi.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat mendaftar dan memanfaatkan berbagai manfaat yang ditawarkan oleh GitHub Student Developer Pack untuk mendukung kegiatan belajar dan proyek pengembangan Anda.
Panduan Video
How to Apply for GitHub Students benefits (GitHub Student Developer Pack)
Tutorial Git Dasar
Berikut adalah tutorial dasar tentang penggunaan Git dengan GitHub:
1. Persiapan Awal
Menginstal Git
- Windows: Unduh Git dari situs resmi Git dan jalankan installer.
- MacOS: Buka terminal dan ketik
git
, jika belum terinstal, Anda akan diberikan pilihan untuk menginstalnya. - Linux: Instal Git menggunakan package manager, misalnya untuk Ubuntu:
sudo apt-get update sudo apt-get install git
Mengkonfigurasi Git
Setelah menginstal Git, konfigurasikan informasi pengguna:
git config --global user.name "Nama Anda"
git config --global user.email "email@example.com"
2. Membuat Repository Baru
Menggunakan GitHub
- Buat Repository Baru:
- Kunjungi GitHub dan masuk ke akun Anda.
- Klik tombol “New” atau ikon “+” di sudut kanan atas dan pilih “New repository”.
- Isi nama repository dan deskripsi (opsional), pilih publik atau privat, dan klik “Create repository”.
Menggunakan Git
- Buat Folder Lokal:
mkdir nama-repo cd nama-repo
- Inisialisasi Repository Git:
git init
3. Menambahkan Remote Repository
Hubungkan repository lokal Anda dengan repository GitHub:
git remote add origin https://github.com/username/nama-repo.git
4. Menambahkan dan Meng-commit Perubahan
- Buat atau Tambahkan File:
- Buat file baru, misalnya
README.md
, dan tambahkan beberapa konten.
- Buat file baru, misalnya
- Tambahkan File ke Staging Area:
git add README.md
- Commit Perubahan:
git commit -m "Menambahkan README"
5. Mengirim Perubahan ke GitHub
- Push ke Repository GitHub:
git push origin master
6. Melakukan Perubahan dan Melacak Versi
- Lakukan Perubahan pada File:
- Edit file yang ada atau tambahkan file baru.
- Tambahkan dan Commit Perubahan:
git add . git commit -m "Deskripsi perubahan"
- Push Perubahan:
git push origin master
7. Mengelola Branch
Branch memungkinkan Anda untuk bekerja pada fitur atau perbaikan secara terpisah dari branch utama (master/main).
- Buat Branch Baru:
git checkout -b nama-branch
- Pindah ke Branch:
git checkout nama-branch
- Push Branch ke GitHub:
git push origin nama-branch
8. Menggabungkan Branch
Setelah selesai bekerja pada branch, gabungkan perubahan ke branch utama.
- Pindah ke Branch Utama:
git checkout master
- Gabungkan Branch:
git merge nama-branch
- Push Perubahan:
git push origin master
9. Menarik Perubahan dari GitHub
Untuk memperbarui repository lokal Anda dengan perubahan terbaru dari GitHub:
- Pull Perubahan:
git pull origin master
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat memulai penggunaan Git dan GitHub untuk mengelola proyek Anda dengan versi kontrol yang efisien.
UV Python Environment
Diterjemahkan dari postingan Sebastian Raschka pada tautan berikut ini
Saya telah lama menggunakan Conda dan pip, namun baru-baru ini, package uv telah mendapatkan popularitas yang signifikan karena menyediakan cara yang lebih cepat dan efisien untuk menginstal package dan menyelesaikan dependencies.
Saya merekomendasikan untuk memulai dengan Option 1: Menggunakan uv karena ini adalah pendekatan yang lebih modern di tahun 2025. Jika Anda mengalami masalah dengan Option 1, pertimbangkan Option 2: Menggunakan Conda.
Step 1: Instalasi Python
Jika Anda belum pernah menginstal Python secara manual di sistem Anda sebelumnya, sangat disarankan untuk melakukannya. Ini membantu mencegah potensi konflik dengan instalasi Python bawaan sistem operasi Anda, yang dapat menyebabkan masalah.
Namun, bahkan jika Anda sudah menginstal Python di sistem Anda sebelumnya, periksa apakah Anda memiliki versi Python modern yang terinstal (disarankan 3.10 atau yang lebih baru) dengan menjalankan kode berikut di terminal:
python --version
Jika menampilkan versi 3.10 atau yang lebih baru, tidak diperlukan tindakan lebih lanjut.
Instalasi Python Secara Manual
Untuk Linux/Ubuntu:
sudo apt update
sudo apt install python3
Untuk macOS:
- Unduh installer dari python.org
- Buka file .pkg yang diunduh
- Ikuti petunjuk installer
- Verifikasi instalasi:
python3 --version
Untuk Windows:
- Kunjungi python.org
- Unduh installer Windows terbaru
- Jalankan installer
- PENTING: Centang “Add Python to PATH”
- Pilih “Install Now”
- Verifikasi di Command Prompt:
python --version
Step 2: Instalasi UV
Sangat disarankan untuk menginstal paket Python dalam virtual environment terpisah untuk menghindari modifikasi paket sistem yang mungkin dibutuhkan oleh sistem operasi Anda. Untuk membuat virtual environment di folder saat ini, ikuti tiga langkah di bawah ini.
- Instal uv
pip install uv
- Buat virtual environment
uv venv --python=python3.10
- Aktifkan virtual environment
source .venv/bin/activate
Catatan
Jika Anda menggunakan Windows, Anda mungkin perlu mengganti perintah di atas dengan source .venv/Scripts/activate
atau .venv/Scripts/activate
.
Perlu diingat bahwa Anda harus mengaktifkan virtual environment setiap kali memulai sesi terminal baru. Misalnya, jika Anda me-restart terminal atau komputer dan ingin melanjutkan pekerjaan pada proyek keesokan harinya, cukup jalankan source .venv/bin/activate
di folder proyek untuk mengaktifkan kembali virtual environment Anda.
Step 3: Instalasi Library Python
Setelah mengaktifkan virtual environment Anda, Anda dapat menginstal paket Python menggunakan uv. Contohnya:
uv pip install packaging
Untuk menginstal semua paket yang diperlukan dari file requirements.txt (seperti yang ada di level teratas repositori GitHub ini), jalankan perintah berikut, dengan asumsi file berada di direktori yang sama dengan sesi terminal Anda:
uv pip install -U -r requirements.txt
Atau, instal dependencies terbaru langsung dari repositori:
uv pip install -U -r https://raw.githubusercontent.com/rasbt/LLMs-from-scratch/refs/heads/main/requirements.txt